span.fullpost {display:none;} span.fullpost {display:inline;} Zientzia Architecture

Kamis, 09 Desember 2010

Rencana Pos Jaga (RT 3, RW 13, Surabaya)

Di kampung saya yaitu RT 3 Rw 13 sby, saya diminta untuk membuat pos jaga kampung yang berukuran 4.00 x 4.80. Karena kamupung saya yang sempit otomatis pos jaga ditempatkan di atas, sementara pada bagian bawa digunakan untuk jalan lewat. Kampung ini juga mempunyai gapura yang nuansaya tradisional.
Yach... meski masih semester 3 tapi ada pasanan, dalam benakku sich "asyik ada pengalaman baru" hehehe... Jadinya hasil yang saya rancang juga banyak keganjalan...

Bangunan ini dibuat dengan konsep minimalis natural dengan sedikit sentuhan tradisional. Jadi untuk bahan-bahan yang digunakan pada bagian bawah/lorong, saya buat dengan bahan-bahan batu alam. Sedangkan untuk pos jaga itu sendiri saya rancang dengan gaya minimalis pada bagian dalam pos jaga, agar jika dilihat di dalam kampung suasana yang ditimbulkan tidak semrawut. Dan pada bagian atapnya saya samakan dengan atap gapura yang bernuansa tradisional.

Tampak depannya sitenya pada gambar di bawah ini:
















Dengan sedikit sentuhan seni, saya menambah bangunan yang didalamnya menjadi:
















Pada bagian kanan bangunan yaitu ruang untuk satpam/penjaga kampung. Sedangkan untuk kiri bangunan terdapat spesi untuk sirkulasi, ruang ini digunakan untuk tempat berkumpulnya masyarakat kampung sekitar yang mungkin ingin menghabiskan waktu senggangnya. Sehingga pos jaga ini bisa terawat dengan baik, tidak sepi, aman dan terjaga. 
Mungkin disini ada beberap keganjalan pada desain atau konsep pada perancangan...
Tapi pos jaga ini masih dalam rencana, bukan dalam prosen konstruksi, jadi perancangan yang saya buat bisa di revisi kembali sesuai dengan  kondisi kebutuhan dan visual.

Jika ada komentar silahkan tulis dibawah untuk memperbaiki rancangan.

Sabtu, 04 Desember 2010

Arsitekturku

Hidup orang tidak akan lepas dari arsitektur. Merancang, membuat, menikmati musik, semua berhubungan dengan arsitektur. Maka hubungannya, ilmu arsitektur juga sangat meluas sekali. Fisika, matematika, geologi, geografi, sosiologi, kimia, ilmu seni, semua ada pada arsitektur. Contohnya fisika, yang menghitung berapa kekuatan beton untuk menahan suatu bangunan. Geologi, mengatur tata letak bangunan dan mempertimbangkan rancangan yang akan dibuat.

     Tapi jika dipikir-pikir orang akan membayangkan, jika 1 rumah dirancang 1 arsitek, 1 gedung dirancang dengan banyak arsitek, maka jika dimana-mana sudah banyak tanah yang habis dibangun bangunan, apalagi lulusan arsitek yang juga semakin banyak, lalu "MEMANG SUSAH HIDUP JADI ARSITEK". Tapi kenyataannya dari beberapa jawaban temanku menjawab "MEMANG ASYIK HIDUP JADI ARSITEK", kenapa memangnya? banyak ilmu-ilmu yang kita kuasai, juga kerja sama antar arsitek juga sangat kompak. Tidak seperti pekerjaan lain yang saingannya dimana-mana. Tapi bagi arsitek, semua arsitek adalah teman yang akan bekerja sama untuk membangun sebuah karya seni.